
Kita mulakan perbincangan kita dengan mencari tahu, apa siih cinta itu?. Ada berapa banyak cinta?, mengapa banyak orang terluka karena cinta?, apa cinta memang begitu sulit dimaknai.
Aku suka mendengarkan lontaran pendapat Chrissan, bahwa, "cinta cuma satu, yang tidak kita tahu dia akan hinggap pada siapa, jika kita bisa menyukai orang lain, itu bukan cinta, tapi perhatian, ungkapan kasih sayang dan pada akhirnya kita sadar itu adalah refleksi cinta".
Tapi coba dengar apa sanggahan Flo,"kalau gitu, tidak adil buat kekasih yang datang berikutnya, jika cinta itu hanya satu dan berlabuh pada yang pertama, yang berikutnya akan jadi warganegara kelas dua, tidak ada perempuan yang mau, semua mau jadi first lady, aku juga tidak mau jika kamu datang padaku dan bilang aku sayang kamu, tapi cintaku adalah kekasihku dulu, itu tidak adil.
Naaahh, adakah yang salah dari dua pendapat itu??, mari kita kupas lapis demi lapis hingga kita menemukan inti sebuah kata cinta.
Pernahkah Anda bayangkan sebatang pohon? yang batangnya kokoh dengan akar yang menghujam erat mengait bumi, yang cabang, dahan dan rantingnya menjulur kesana kemari dengan rimbunan daun yang meneduhkan siapapun yang singgah dan merehatkan sejenak tubuh yang lelah.
Apa hubungannya cinta dengan pohon??, sssttt jangan protes dulu, keep quiet dan nikmati paparan berikutnya. Cinta itu kokoh seperti pohon yang batangnya tegak menjulang menggapai langit biru. Adakah pohon memiliki dua batang??, jawabnya jelas tidak. Tapi suka kah kita mengatakan pohon itu tumbuh subur jika tak bercabang, berdahan, beranting dan berdaun??. Pohon yang meranggas, gersang, siapa yang sudi berteduh dibawahnya?, bahkan mungkin kita tak hendak melirik barang sejenak.
Cinta memang bukan pohon, karena cinta adalah sebentuk kata sifat yang dikenai banyak kata kerja. Tapi cinta seperti pohon yang meneduhkan jiwa. Yang cabang dan rantingnya rimbun saling terkait menjadi canopy yang meneduhkan siapapun yang singgah sejenak dibawahnya.
Cinta tidak menyakiti atau melukai, karena cinta berdiam disana seperti pohon yang tak bergeming meski diterpa badai angin, kecuali akar pohon itu rapuh. Tapi sekali lagi, cinta menghidupkan dan menumbuhkan jiwa. Meski kadang dalam proses tumbuh kembangnya ada percik-percik rasa sakit, luka, tawa, canda dan bahagia. Tapi percik-percik itu bukanlah cinta melainkan sebentuk rasa yang disebabkan karena kata kerja yang dilekatkan kepada cinta oleh para pelaku cinta itu sendiri.
Apakah itu berarti cinta tak pernah salah??. Tidak, cinta memang tak pernah salah. Apakah kita menyalahkan Tuhan atas musibah yang kita alami??, apakah itu berarti Tuhan tidak mencintai kita?. Lihatlah, bahkan Sang Pemilik hidup mengajarkan pada kita bahwa cinta tak pernah salah. Rasa luka, duka, kepedihan, kekecewaan atau pendar-pendar kebahagiaan bukan salah cinta itu sendiri. Segala duka dan suka hakekatnya adalah perjalanan dari kumpulan kata kerja agar kita mampu lebih memaknai cinta.
Lalu benarkah cinta cuma satu?. Kukatakan ya, aboslutely benar. Cinta cuma satu, entah dia melekat dimana dan pada siapa. Dan cinta yang cuma satu memiliki pendar cahaya yang luar biasa banyak dan kuat apalagi jika bersinggungan dengan orang yang juga mempunyai cinta, kekuatan itu akan bersinergi dan saling mengkontaminasi hingga terbentuk prilaku yang mencerminkan cinta dalam rupa kasih sayang, pemujaan, tanggung jawab, perhatian, perlindungan dan aneka rupa perbuatan yang kadang tak ternamai.
Jika cinta yang cuma satu sudah melekat pada satu orang, apa sosok yang hadir berikutnya tak lagi kebagian cinta? tak lagi dicintai. Bukankah itu berarti tak adil dan menjadikan orang yang datang berikutnya sebagai warganegara kelas dua.
Cinta yang cuma satu itu, sekali lagi memiliki pendar cahaya yang teramat kuat. Ia akan bermetamorfosa dalam segala bentuk dan berwujud dalam segala rupa. Tak ada orang yang akan merasa menjadi nomor dua, jika kita tak menunjukkan prilaku yang melukai cinta. Belajarlah menjadikan kekasih kita merasa bahwa dia paling dicintai dibanding perempuan-perempuan lain yang pernah singgah dalam perjalanan hidup kita. Jangan pernah mengucapkan posisi cinta apalagi membandingkannya dengan siapapun dengan tujuan apapun, karena setiap pribadi unik dan membawa pendar cinta yang berbeda.
Soal keadilan, bukankah adil tak berarti harus sama. Jika mantan kekasih lebih suka dibombardir dengan rentetan sms yang menunjukkan prilaku cinta berupa ungkapan sayang, karena memang dia butuh bahasa verbal. Tidak berarti kekasih Anda hari ini juga suka dikirimi sms-sms yang bisa jadi dia akan menganggap itu ungkapan gombal mukio. Karena dia tipe perempuan yang lebih menunjukkan ungkapan cinta dalam wujud perbuatan yang praktis, buatnya ketika dia menjemput Anda sepulang kerja, menemaninya sarapan atau sekedar menemani dia memuaskan hobbynya, maka itulah ungkapan cinta tanpa perlu dibumbui kata-kata manis.
Dengan variabel-variabel demikian, maka takkan pernah ada yang merasa jadi nomor dua, takkan juga ada yang merasa tidak dicintai meski cinta itu cuma satu, dan hakekat cinta yang satu itu sejatinya kita tambatkan pada yang Maha Mencinta, yang tak pernah menahan oksigen untuk kita hirup barang sedetik ketika kita menyematkan ketaktaatan padaNya, yang tak pernah menahan rejeki barang sebutir ketika kita berpaling dari wajahNya, karena sungguh DIA mencintai kita dengan cinta yang satu dalam wujud segala rupa dan pelekatan kata kerja didalamnya. Karena memang cinta begitu indah. Jadi jika Anda terluka, jangan salahkan cinta. Jangan pernah katakan,"cintaku telah hilang", atau jangan juga terpuruk dalam kedukaan. Lihatlah jauh kedalam ceruk hati terdalam, cinta itu masih ada dan bertahta anggun disana. Cinta selalu merekahkan asa, jadi lupakan kata kerja dilukai, terluka, disakiti, ditinggalkan, dikhianati dan berderet kata yang mencerminkan energi negatif. Lekatkan lagi berjuta kata kerja yang bisa membuat wajah cinta kembali sumringah dan menghadirkan berjuta energi positif yang siap kita ledakkan from zero to hero.
Mudahkah mempraktekkan semua ini dalam kehidupan kita??, kata siapa mudah?? tapi bukan berarti tidak bisa diupayakan. Jika saya bisa bangkit dari keterpurukan, maka saya yakin anda juga bisa. Jika tak sanggup bangkit sendiri, ulurkan tangan pada sahabat-sahabat yang bisa mengkontaminasimu dengan energi positif. Kapan mulainya??, sekarang...!!!!kapan lagiii???!!!.
(Big thanks atas diskusi dinihari buat Chrissan, flo dan Laut Biru)





.jpg)
.jpg)